Allah SWT berfirman dalam surah az-Zumar ayat kesembilan: Katakanlah, adakah sama orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu? Al-Quran turut memerintahkan umat Islam agar sentiasa berdoa memohon kepada Allah SWT supaya diberikan ilmu dan kefahaman. Firman Allah yang bermaksud: Janganlah kamu tergesa-gesa (membacakan) al-Quran sebelum ia selesai diwahyukan kepadamu (wahai Muhammad SAW) dan katakanlah: Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan. (Quran, Taha: 144).
Ibnu Kathir di dalam tafsirnya menyebutkan bahawa Rasulullah SAW sentiasa memohon kepada Allah SWT agar ditambahkan ilmunya sehinggalah baginda wafat. Jika seorang nabi sentiasa berdoa agar diberikan ilmu, maka kita sebagai manusia biasa hendalkah lebih memohon diberikan ilmu dan kefahaman.
Islam mengangkat nilai ilmu ke suatu posisi yang tinggi, sama ada ilmu berkaitan dengan syariat Islam atau ilmu duniawi. Kedua-dua cabang ilmu ini penting untuk kehidupan seorang Muslim di dunia dan akhirat. Selain menjadi aset manusia di dunia, ilmu juga menjadi saham yang terus mengalir walaupun telah meninggal dunia.
Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda maksudnya: Apabila seseorang anak Adam meninggal dunia maka terputuslah semua (pahala) amalannya kecuali sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak soleh yang selalu mendoakan untuknya. (riwayat Muslim).
Umat Islam yang berilmu bukan sahaja mendapat manfaat kepada dirinya sendiri, bahkan turut memberi manfaat dan kebaikan kepada orang lain. Begitu juga jika umat Islam jahil, ia bukan sahaja memberikan keburukan kepada dirinya bahkan mungkin akan memudaratkan orang lain atas kejahilan dirinya.
34 ways - Duas Seeing the Prophet (PBUH) in dreams: 1.One of the most tried and tested means of gaining the vision of the Noble Prophet (alayhi salat wa salam) during sleep, and even during wakefulness, is intense love for him, and occupying one’s thoughts with him night and day, along with faithful conforming with his noble sunnah, and frequent prayers of benediction (salawat) upon him in a continuous fashion, and complete uprightness on his way (istiqama) and great yearning towards seeing him (asws), and supplications for him, and carrying the cares of the Beloved (alayhi salat wa salam), namely, calling to Allah in secret and in public; and continual application of all of the foregoing, and the absence of despair and hopelessness in the mercy of Allah, the Generous Bestower, for He deals in a steady manner but does not neglect anything, nor does He ruin the hopes of anyone who supplicates Him and hopes in Him, and it might be that He has hidden the treasures within the “late” respon...
Comments